Pertandingan Paling Tidak Penting Liga 2 2018

Sunday, January 13, 2019

Dex Glenniza, Managing editor Pandit Football, menulis sebuah artikel menarik pada masa akhir Piala Dunia 2018 yang lalu, tepatnya pada 14 Juli 2018, dengan judul Pertandingan Paling Tidak Penting. Tulisan tersebut mengulas tentang pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2018. Pertandingan perebutan Piala Dunia dikenal sebagai pertandingan tidak penting karena di Piala Dunia bukanlah Olimpiade atau turnamen olahraga seperti Asian Games, SEA Games, atau yang sejenisnya. Bagi turnamen-turnamen olahraga multi-cabang seperti itu, perolehan medali adalah hal penting, meski tetap medali emas yang paling penting untuk menentukan posisi klasemen.

Beberapa fakta pendukungnya adalah pemain yang diturunkan oleh pelatih bukanlah pemain inti di laga-laga sebelumnya. Contohnya saja Hans-Jörg Butt, kiper pelapis Jerman lainnya, memainkan satu-satu pertandingan kompetitif internasional di perebutan peringkat ketiga 2010.

Lain Piala Dunia, lain pula Liga 2 Indonesia. Keduanya jelas sangat lah berbeda, yang satu kompetisi antar-negara, yang satu liga domestik kasta suatu Negara. Namun kedua punya kesamaan, sama-sama punya Pertandingan Tidak Penting.... menurut saya.

Jika di Piala Dunia pertandingan tidak penting itu adalah pertandingan perebutan tempat ketiga maka di Liga 2 Indonesia adalah pertandingan final yang menentukan siapa Juara Liga 2 nya.

Liga 2 2018

Skema kasta kedua liga Indonesia sangat beragam jika dibanding tahun-tahun sebelumnya maupun dibandingkan dengan kasta tertingginya. Untuk tahun ini, skema Liga 2 adalah skema liga penuh 2 wilayah dengan masing-masing wilayah 12 tim. Kemudian 4 besar masing-masing wilayah akan diadu dan dibagi kepada 2 grup dan setiap tim akan bermain kandang tandang sehingga masing-masing tim akan bermain 6 kali. Peringkat 1 dan 2 masing-masing grup melaju ke Semifinal yang diselenggarakan dengan skema Kandang Tandang. Pemenang Semifinal bertemu di final yang diselenggarakan sekali saja di Pakan Sari Waktu itu. Skema lengkap Liga 2 2018 yang rumit dapat dilihat di Laman Wikipedia berikut.

“There has never been a better time to win promotion to the Premier League” menjadi pembuka artikel Adam Shergold di The Daily Mail UK pada 2016 yang lalu. Kurang lebih dapat diartikan, tidak ada yang lebih baik selain promosi ke Premier League, pastinya bagi klub kasta kedua liga inggris. Karena garansi mendapatkan 100 Juta Paun dimusim berikutnya meski berada di posisi paling buncit Liga Premier Inggris, belum lagi kontrak hak siar yang akan jauh lebih besar dan jumlah penonton yang akan meningkat drastis. Ketimpangan keuntungan finansial bermain di kasta pertama dibanding kasta kedua tidak hanya dirasakan di Liga Inggris saja tetapi hampir di semua liga sepak bola di dunia. Bukti nyatanya adalah GOR Haji Agus Salim yang sangat sepi di 2018 ketika Semen Padang bermain di Liga 2.

Maka sejatinya yang dicari oleh klub kasta kedua Liga Indonesia adalah tiket promosi ke Liga 1, baik peringkat 1, peringkat 2, atau peringkat 3. Dan di Liga 2 2018, 2 tiket promosi sudah pasti digenggam oleh tim yang menang di semifinal 1 dan 2, satu tersisa diperebutkan oleh tim kalah di semifinal 1 dan 2 yang digelar dengan sebutan Perebutan Tempat ketiga. PSS Sleman dan Semen Padang FC adalah pemenang semifinal yang digelar tandang dan kandang tersebut, perayaan kembali ke liga 1 oleh masing-masing supporter telah dimulai sejak pluit berakhirnya laga semifinal.

Jalannya Pertandingan Final Yang Tidak Penting

Seperti yang telah diduga, Laga perebutan tempat ketiga antara Kalteng Putra dan Persita menjadi laga dengan drama dalam lapangan yang tinggi, pasalnya mereka memperebutkan hadiah utama Liga 2 Indonesia yang tersisa satu, Tiket Promosi. Kita masih ingat bagaimana jalannya pertandingan yang sempat terhenti karena supporter dan pemain Persita memprotes keputusan wasit sore itu. Pertandingan perebutan ketiga menjadi sangat penting bagi kedua klub dan pendukungnya.

Seba’da pertandingan tersebut, Laga pamungkas Liga 2 antara Semen Padang FC dan PSS Sleman digelar di Stadion yang sama. Pertandingan Final yang tidak penting karena kedua tim sudah mendapatkan hadiahnya dan sudah dirayakan dari beberapa hari sebelumnya hingga masuk ketengah lapangan dan aksi “pyro”. Bagi mereka, menurut hemat saya, lolos ke Liga 1 adalah terpenting, tidak masalah juara 1 atau juara 2, yang penting promosi Liga 1. Laga Final Liga 2 2018 tesrsebut menjadi perayaan bersama kedua pendukung kesebelasan.

Malam itu pelatih Syafrianto Rusli dari Semen Padang FC dan Coach Seto Nurdiantoro menurunkan line-up terbaik mereka seperti pada pertandingan-pertaingan genting di babak 8 besar dan semifinal. Yang berbeda adalah tidak ada raut tegang Irsyad Maulana seperti ketika akan mengambil sepakan pinalti pada  Semi Final Leg 2 di GOR H. Agus Salim.


Jalannya pertandingan final yang “tidak penting” tersebut juga berjalan menarik, tidak seperti dugaan saya diawal. Kedua kesebelasan melakukan jual beli serangan dan bermain denga pertahanan terbuka. Alhasil sebelum menit 30 saja, PSS Sleman telah unggun 2 – 0 walaupun Semen Padang FC banyak melepaskan umpan lambung dan sepakan ke arah gawang.

Hawa pertandingan terbaca sangan santai yang terlihat dari sportifitas dari ke dua-puluh-dua pemain, ketika melanggar, langsung minta maaf dan bantu berdiri. Pemain yang dilanggarpun tidak pura-pura sakit menggelinding ke kiki ke kanan meski ditebas dari samping. Hal yang bertolak belakang dengan yang kita lihat di pertaningan 8 besar ketika melawan klub “itu”. Dengan meilhat jalannya pertandingan dan statistic akhir pertandingan, untuk pertandingan hanya memperebutkan siapa yang akan dapat 2 Miliyar Rupiah + satu piala atau 1,5 Miliyar Rupiah, pertandingan final Liga 2 sangan lah menarik  terlebih dengan hilangnya ketegangan di wajah pemain.

Diakhir pertandingan, tidak ada ajah yang terlalu sedih setelah pertandingan tersebut. Semen Padang FC pun masih dapat menyumbingkan senyum karena tetap balik ke Liga 1 karena hanya kalah di Pertandingan Paling Tidak Penting di Liga 2 2018.

Nikmati Pertandingan Paling Tidak Penting

Sejatinya setiap pertandingan menurut saya adalah sama penting ketika kita mengemban lambang identitas di dada. Bukan hanya di level professional, bahkan di level pertandingan antar RT sekalipun. Yang pasti setiap pertandingan harus tetap dinikmati tapi rasa dendam, dendam, lapang hati.

Pertandingan Paling Tidak Penting Liga 2 2018 toh juga sangat indah untuk dinikmati, baik langsung di stadion maupun dari layar kaca bersama sejawat. Mari nikmati final a.k.a Pertadningan Paling Tidak Penting Liga 2 selagi masih ada, sebelum format liga 2 berubah sesuai permintaan papa.

#WeAr38ack

-----------------------
sebuah tulisan yang gagal lolos kurasi panditfootball. hehehe

No comments:

Powered by Blogger.