Running Race Review : Mapala UI RunfoRiver 2018

Saturday, October 27, 2018


Runforiver 2018 kali ini adalah kali kesekian saya megikuti lomba lari di dalam kampus UI yang merupakan running track favorit bagi kami warga Depok. Setelah melewatkan ILUNI HM 2018 pada pertengahan tahun ini, akhirnya Mapala UI Runforiver 2018 jadi running race pertama saya semenjak menikah.

PENDAFTARAN

Pendaftar Runforiver 2018 ini sudah sangat mudah melalui website mereka di runforiver.id dan akan re-direct ke laman penyedianya. Pembayarannya pun sangat mudah dengan berbagai pilihan metoda termasuk dengan transfer antar bank. Email konfirmasipun diterima tidak begitu lama sejak pembayarannya.

Melihat suksesnya penyelenggaraan beberapa edisi sebelumnya, saya tanpa bingung dan ragu mendaftar karena sebenarnya ini adalah salah satu aksi kampanye untuk melestarikan kembali Sungai Ciliwung. Saya lupa berapa rupiah yang harus saya bayarkan untuk kategori 21K Open yang saya ikuti, tapi disitus resmi mereka disebutkan Rp 300.000, dan itu masih harga yang masuk akan bagi saya. Informasi dan narahubung mereka di pelbagai media sosial juga sangat mudah dihubungi dan membantu para calon peserta saat itu. Keren.

Ketika saya mendaftar bulan Mei 2018, Runforiver 2018 dijadwalkan pada minggu terakhir September 2018 sebenarnya, namun mendekati September, jadwal digeser menjadi 7 Oktober 2018 dan bagusnya peserta yang telah mendaftar terinfokan dengan baik.

PENGAMBILAN RACE PACK

Mungkin ini dapat menjadi catatan minus dari penyelenggaran RunFoRiver 2018 ini, Pengembilan Race Pack. Pengambilan Race Pack hanya dilakukan dua hari saja yaitu Rabu dan Kamis sebelum lomba di hari Minggunya. Info awal yang saya terima, pengambilannya pun dilaksanakan di Balairung Kampus UI Depok, mungkin setelah mendapatkan komplain dari banyak peserta, pengambilan hari Rabu dilaksanakan di Toraja Coffee, Tebet, Jakarta.

Berhubung pada hari tersebut saya sedang dinas ke luar kota, saya minta tolong untuk mengambilkan sama teman kantor. Menurut dia pengambilan race pack Runforiver 2018 berjalan lancari di Toraja Coffee meski banyak peserta yang datang saat itu.

Isi racepacknya pun sangat bagus jika dibandingkan dengan harga pendaftarannya. Ada tas sepatu, belt, dan jersey dari Gulf, serta Race Guide yang di cetak. 



PERLOMBAAN

Start untuk kategori HM Runforiver 2018 dijadwalkan pukul 5.30 dan Cut Off-Time pukul 9.00, dengan waktu tersebut saya masi sempat menjalankan Sholat subuh di masjid dekat rumah, kembali kerumah, berberes dan berangkat. Dengan tidak terburu-buru pun saya sampai di tempat start pukul 5.10. Setelah peregangan beberapa saat, saya belum melihat tanda-tanda bahwa start akan segera dimulai. Benar saja, start molor hampir setengah jam dari yang dijadwalkan. Sebernarnya keterlambatan ini bagus untuk saya dan pelari lainnya yang menjadikan Runforiver 2018 sebagai persiapan untuk Full Marathon di JakciMar dan Jakarta Marathon 2108 yang akan merasakan panasnya Jakarta selama hampir enam jam nantinya.

Meski hanya mutar-mutar kampus UI Depok, Rute Runforiver HM 2018 ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sangat positif untuk mengurangi kejenuhan selama lari.

Hari itu secara tidak sengaja saya bertemu teman main di kampung dulu Alzulfa Rizki yang juga turun di Nomor HM. Akhirnya kami saling pace-an karena target dan tujuan yang sama di Runforiver 2018 ini. Jika saya menjadikan race demi Sungai Ciliwung sebagai persiapan Full Marathon di Electric Jakarta Marathon 2018 pada 28 Oktober 2018, A-ris menjadikan Runforiver 2018 sebagai persiapan Full Marathon di Jakarta City Marathon 2018 pada 21 Oktober 2018. Target waktu kami pun tidak jauh berbeda yaitu sekitar 2:20an. Kami berlari bersama dengan pace 6an hingga km 14 dan kaki saya mulai bermasalah sehingga mempersilakan Aris untuk meninggalkan saya dibelakang. 

Catatan lainnya mungkin adalah kurang banyaknya marshall lomba yang mengatur di area ramai pengunjung area kampus UI sehingga terkadang sedikit menyulitkan peserta Runforiver 2018.

noted :jari tidak merujuk pada apapun dikontestasi pemilu raya Indonesia, jari 1 merujuk pada Sang Maha Esa,
 tiada kuasa kecuali Dia

Water station Runforiver 2018 ini juga cukup melimpah dengan air putih, yang kurang adalah titik Water Station (WS) dengan minuman Isotonik. Awalnya saya mengira bahwa ada polah 1 WS air putih saja kemudai 1 WS dengan Isotonik dan berulang, ternyata penempatannya bukan seperti itu. Di Rundoriver 2018 juga ada beberapa spot yang ditempati oleh forografer resmi panitia, dan mereka mengupload seluruhnya ke google drive, kita cuma tinggal milih saja, foto diatas salah satunya.

Dengan berat badan yang naik hampir 10 kG dengan Runforiver kedua saya di 2015 dengan catatan waktu 2 Jam 3 menit saja, kali ini saya finish dengan rekor paling buruk untuk kategori HM, 2 Jam 26 Menit.

Harus ada perubahan dalam pola hidup saya jika tidak ingin memperburuk catatan-catatan lomba lari ini. Hal lain yang berbeda kali ini adalah ditunggui di garis finish oleh istri tercinta.

Secara keseluruhan, sepertinya saya dapat mengkopi dari penutup Running Race Review Runforiver 2015 di blog lama saya,

Untuk lomba lari kategori Half Marathon dan merupakan bagian dari kegiatan amal serta diadakan oleh mahasiswa di dalam kampus mereka sendiri, Runforiver Half Marathon 2015 layak mendapatkan bintang 3 dengan banyak celah untuk improvment. Salam Hormat Saya untuk Panitia dan MAPALA UI.

No comments:

Powered by Blogger.