Jalan Sendiri : Forbidden City Beijing

April 28, 2026

Melanjutkan cerita sebelumnya, di hari Sabtu itu kami, tim Indonesia, akhirnya punya satu hari kosong di sela kegiatan training. Dari awal sudah janjian, “ayo kita barengan ke Forbidden City.”



Pagi itu kami berangkat bareng. Semangat masih penuh, cuaca juga… yah, ternyata sudah mulai terasa “tidak bersahabat” 😄.


Sampai di lokasi, tantangan pertama langsung terasa: antrean beli tiket yang panjang banget. Di bawah panas terik. Belum lagi keramaian turis yang memang tidak bisa dihindari di tempat seikonik itu. Belum lagi, kalo liat alurnya. Setelah beli tiket, kami masih harus antre lagi untuk masuk ke dalam area. 


Melihat itu saja, saya mulai merasa kondisi badan tidak terlalu bersahabat. Panasnya cukup menyengat, dan perlahan asam lambung mulai terasa naik. Kombinasi yang tidak enak untuk dipaksakan.


Akhirnya, saya memutuskan untuk mundur.


Keputusan yang mungkin terdengar sederhana, tapi waktu itu cukup berat juga. Sudah sampai sana, sudah antre panjang, tapi tidak jadi masuk. Tapi ya, daripada dipaksakan dan malah drop, lebih baik cari alternatif.


Saya akhirnya melipir ke area luar saja. Jalan santai, foto-foto dari sisi luar kompleks. Dan ternyata… tetap bagus, gaes. Arsitektur megahnya masih terasa, walaupun hanya dari kejauhan. Kadang kita lupa, tidak harus selalu “masuk” untuk bisa menikmati sebuah tempat.



Dari situ, saya lanjut masuk ke taman yang tidak jauh dari area tersebut, yaitu Jingshan Park. Tiket masuknya murah, suasananya jauh lebih adem karena banyak pepohonan, dan pemandangannya juga tidak kalah menarik.


Dari atas taman ini, kita bahkan bisa melihat Forbidden City dari sudut berbeda. Justru dapat perspektif yang berbeda. Lebih tenang, tidak seramai di dalam, dan lebih nyaman untuk kondisi saat itu.



Setelah cukup puas di taman, saya lanjut jalan kaki ke Tiananmen Square. Jaraknya sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi di bawah panas Beijing siang hari… rasanya jadi lumayan perjuangan juga 😄.



Dan benar saja, belum lama jalan, kondisi badan kembali “ngasih sinyal”. Panasnya cukup ekstrem, dan saya memutuskan untuk tidak memaksakan diri lebih jauh. Akhirnya langsung menuju subway untuk balik.


Karena rutenya masih agak searah, sekalian saya lanjut naik bus menuju Beijing National Stadium atau yang lebih dikenal sebagai Bird’s Nest Stadium. Tidak lama di sana, hanya foto-foto sebentar, cukup buat checklist, lalu kembali.


Hari itu mungkin tidak berjalan sesuai rencana awal. Tidak masuk Forbidden City, tidak eksplor terlalu dalam. Tapi tetap ada cerita.


Intinya satu: panas banget 😄
Dan buat saya pribadi, cukup terasa memicu asam lambung.

Tapi di sisi lain, satu hal yang sangat membantu adalah sistem transportasi di Beijing. Subway-nya sangat terkoneksi, mudah diakses, dan jadi penyelamat di saat kondisi badan sudah tidak terlalu kuat untuk jalan jauh.


Yang pasti, Jalan Berdua Istri jauh lebih menyenangkan.


P.s :

ini sebenarnya pengantar buat link ke shutterstock saya. Yuk dilihat-lihat dan dibeli gaes.

https://www.shutterstock.com/g/rarisyadi 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.