Jalan Sendiri : Tample of Heaven Beijing
Masih dari cerita perjalanan saya selama mengikuti training di China tahun lalu. Kalau sebelumnya saya sempat jalan sendiri ke Forbidden City, kali ini ceritanya berbeda. Salah satu agenda akhir pekan yang disiapkan panitia adalah kunjungan ke Temple of Heaven.
Yang menarik, peserta training kami berasal dari berbagai negara. Jadi hari itu rombongannya cukup beragam. Ada peserta dari Indonesia, Malaysia, Laos, Mongolia, dan beberapa negara lainnya. Enaknya lagi, tiket masuk dan transportasinya sudah disiapkan oleh panitia. Kami tinggal ikut dan menikmati perjalanan.
Begitu sampai di Temple of Heaven, saya langsung takjub dengan arsitekturnya. Selama ini sering melihat bangunan ini di foto atau televisi, tetapi melihat langsung tentu memberikan kesan yang berbeda. Bentuk bangunannya sangat khas, dengan dominasi warna biru yang kontras dengan langit Beijing saat itu. Detail-detail bangunannya juga luar biasa rapi dan masih terawat dengan baik.
Buat yang suka fotografi, tempat ini benar-benar menarik. Hampir di setiap sudut ada spot yang bagus untuk foto landscape. Tidak heran kalau saya melihat banyak orang datang dengan kamera profesional. Bahkan cukup banyak yang mengenakan pakaian tradisional Tiongkok khusus untuk sesi foto. Ada yang datang bersama fotografer, ada juga yang membawa tripod dan perlengkapan sendiri. Rasanya hampir setiap beberapa meter ada saja yang sedang melakukan pemotretan.
Saya sendiri tentu lebih banyak menjadi penikmat dan sesekali mengambil foto seperlunya 😄.
Area Temple of Heaven juga cukup luas untuk dijelajahi. Selain bangunan utamanya yang ikonik, taman-taman di sekitarnya juga tertata dengan baik. Banyak pepohonan besar yang membuat suasana terasa nyaman untuk berjalan santai.
Walaupun begitu, satu hal yang tetap menjadi tantangan selama di Beijing adalah cuacanya.
Panas, gaes.
Untungnya saya sudah belajar dari pengalaman beberapa hari sebelumnya 😄. Jadi kalau ada satu tips sederhana buat teman-teman yang ingin berkunjung ke Temple of Heaven saat musim panas, jangan lupa membawa air minum. Kedengarannya sepele, tapi sangat membantu ketika harus berjalan cukup jauh di area yang luas seperti ini.
Buat saya, Temple of Heaven menjadi salah satu destinasi yang paling fotogenik selama di Beijing. Bukan hanya karena bangunannya yang megah, tetapi juga karena suasananya yang hidup. Perpaduan antara sejarah, arsitektur, fotografi, dan keramaian pengunjung membuat tempat ini punya daya tarik tersendiri.
See you again, Beijing. 🇨🇳
PS: Album foto dari Canon EOS nya masih berproses ges, jadi maaf foto muka saya dengan latar Temple nya dulu aja ya


Tidak ada komentar: