Ngobrolin Baterai di Indosolar 2026
Beberapa waktu lalu saya berkesempatan untuk ikut dalam Focus Group Discussion (FGD) Seri II Persiapan Deployment Battery Energy Storage System (BESS) di Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari Indosolar 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), berbarengan dengan The Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW).
Saya sendiri hadir mewakili pimpinan. Jadi, selain ikut sedikit berbagi perkembangan dari sisi pemerintah, sebenarnya kesempatan ini lebih banyak saya manfaatkan untuk mendengar dan belajar dari para peneliti, ahli, dan praktisi yang hadir.
Senang juga bisa mendengar berbagai perspektif dari para ahli, seperti Pak Dr. Zainal Arifin dan banyak ahli lainnya, tentang pilihan teknologi, fungsi, hingga model bisnis BESS dalam mempersiapkan pemanfaatannya yang lebih luas di Indonesia. Satu hal yang menurut saya menarik dari energy storage adalah bahwa sepertinya memang tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua sistem.
Baterainya mungkin sama-sama disebut BESS, tapi kebutuhan setiap sistem kelistrikan bisa berbeda-beda. Ada yang membutuhkan fleksibilitas, ada yang membutuhkan cadangan daya, ada juga yang mungkin membutuhkan dukungan untuk menjaga keandalan sistem. Jadi teknologi, fungsi, sampai model bisnisnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sistemnya masing-masing.
Sedikit berbagi juga dari sisi kami. Kementerian ESDM bersama GGGI, dengan dukungan tenaga ahli energy storage Pak Kevin, sedang melakukan kajian untuk memahami fungsi ESS yang dibutuhkan pada beberapa sistem ketenagalistrikan di Indonesia. Hasil kajian tersebut nantinya, insyaallah, juga akan dilengkapi dengan sebuah planning tool yang dapat membantu melihat kesesuaian teknologi ESS berdasarkan kebutuhan sistem. Semoga hasil kajian dan tools tersebut bisa segera dibagikan dan memberikan manfaat untuk diskusi maupun perencanaan energy storage di Indonesi. aKami juga sempat berbagi sedikit perkembangan mengenai arah pengaturan BESS yang saat ini sedang dibahas dalam rancangan Peraturan Presiden tentang Energi Baru dan Energi Terbarukan.
Saya sendiri sebenarnya hanya ikut sesi yang relatif singkat di rangkaian ISEW–Indosolar ini. Tapi tetap saja, pulangnya dapat banyak perspektif baru. 😄
Dan seperti biasa, bonus dari datang ke acara seperti ini adalah ketemu teman dan senior lama. Senang bisa bertemu lagi dengan Yoga, Zak, dan Yanyan. Diskusi teknis memang rasanya lebih seru kalau sekalian jadi acara reuni kecil-kecilan. 😂


Tidak ada komentar: