Piala Dunia FIFA 2018 Rusia : The Recap

Sunday, July 22, 2018
sumber : ig nya kante

Piala Dunia 2018 Rusia berakhir bahagia bagi Paul Pogba. Seperti prediksi kami di tulisan sebelumnya, Prancis dengan skuad penuh talenta membawa pulang Piala Pengganti Tropi Jules Rimet. Secara umum, hasil akhir Piala Dunia FIFA 2018 Rusia tidak jauh berbeda dengan prediksi kebanyakan orang. Meski banyak kejutan yang tak disangka-sangka seperti pulangnya sang juara bertahan nan bertabur bintang pada babak penyisihan grup. Postingan ini dibuat sekedar untuk tempat mengingat saja.

Hasil akhir lengkap keenampuluhempat pertandingan dapat dilihat di lawan Wikipedia 2018 FIFA World Cup.


sumber : wikipedia


Beberapa catatan menarik selama penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2018 Rusia antara lain:

1. Penggunaan VAR ( Video assistant referees) yang sangat membantu wasit dalam mengambil keputusan penting di Kotak Penalti salah satunya membatalkan "permohonan" penalti Neymar

2. Fans Inggris menggunakan slogan "Football is Coming Home" yang menunjukan keyakinan mereka pada Tim Nasional mereka di 2018 ini. Yang menarik bukan soal kejumawaan mereka tentang Hary Kane dkk yang memenangkan Piala Dunia, tetapi bahwa Inggris adalah Home-nya Football. Karena  banyak suku bangsa yang mengaku sebagai penemu sepakbola, sebut saja China sebagai Contoh. 

3. Rusia menyelenggarakan Piala Dunia FIFA 2018 dengan baik, kata media dan orang-orang yang ke sana sih, namun sayang di Final terjadi aksi penonton-masuk-lapangan yang mempunyai agenda politik tersendiri. Nda tau bagaimana nasib Si Huru-hara Kucing sekarang.

4. Sebenarnya masih banyak fakta-fakta menarik yang wajib diingat untuk cerita ke anak cucu kita, tapi akan terlalu panjang untuk ditulis ini. Semoga fakta tersebut masih ada tersimpan di dunia maya saat nanti dibutuhkan. Biasanya dapat dicari di media sosial dengan tanda pagar seperti #WorldCup2018Facts atau #WorldCup2018. Namun satu fakta yang sangat menyentuh adalah cerita dibalik foto Kante di atas.

5. Kante yang menjadi pemain terpenting Prancis, bersama Pogba - menurut saya pribadi, sangat malu untuk berfoto bersama Sang Trofi. Ia segan untuk meminta giliran memegang piala dan berfoto kepada rekannya, termasuk rekannya yang tak memeliki menit bermain sama sekali, hingga akhirnya Nzonzi yang menuruhnya. Kante menjadi pujaan dan teladan bagi banyak orang tentang "kerja, keikhlasan, dan kesederhanaan" yang paripurna. 
~Eeennn Golo Kante Palala Palala~

Sampai bertemu di Qatar 2022, semoga kita bisa Awayday kesana. Aaammiiin.

No comments:

Powered by Blogger.