POJOK SUPORTER : PENGALAMAN PERTAMA KE STADION

Thursday, November 22, 2018
Saya tidak ingat kapan pertama kali menonton pertandingan sepak bola ke stadion terutama stadion kota kelahiran saya dan stadion ibu kota provinisi. Saya lahir dan besar di kota kecil yang tidak memiliki klub sepak bola professional  yang berlaga di tingkat nasional, Kota Padang Panjang. Di Kota Padang Panjang sebenarnya ada klub sepak bola, Persatuan Sepak Bola Padang Panjang (PSPP) yang saat ini berlaga di Liga 3 Sumatera Barat. Saat saya beranjaK dewasa dua puluh tahun yang lalu, saya tidak yakin dimana mereka berlaga, tapi saya yakin pernah menonton mereka berlaga di stadion termegah di Kota Padang Panjang, GOR Chatib Sulaiman.
Sebenarnya sebagai Orang Minang, representasi kami di sepak bola nasional adalah Semen Padang FC yang bermarkas di GOR Haji Agus Salim di Kota Padang, saya juga tidak begitu ingat kapan pertama kali mendukung Semen Padang FC langsung di Stadion karena jarak kota kami yang terlalu jauh, rasa-rasa nya itu ketika saya sudah memasuki masa akhil baligh.
Namun momen pertama ke stadion yang saya akan selalu ingat adalah momen pertama kali mendukung tim nasional Indonesia di Gelora Bung Karno. Rabu 1 Desember 2010 saya ingat dengan jales pertama kali ke Gelora Bung Karno tersebu. Pertandingan Indonesia melawan Malaysia di babak penyisihan grup piala AFF 2010.
Saat itu saya masih kuliah di Bandung, namun masa perkuliahan telah berakhir sehingga kami memiliki hari libur. Hari itu bersama beberapa teman, Zaki, Riko, Andri, kami berangkat dari Bandung menuju Depok untuk bertemu Pras dan Fitra untuk kemudian bersama-sama menuju GBK. Tiket pertandingan telah dikantongi oleh Pras yang mendapatkannya dari teman kampusnya juga.
Sampai di Depok di Rabu siang itu, kami sebentar istirahat di kosannya Fitra. Setelah ashar kami mulai perjalanan ke GBK nya. Waktu itu kami naik angkot dari Depok ke Pasar Minggu dengan M04. Dari sana kami menaiki Bis PPD AC, saya tidak ingat nomor dan trayek bis nya karena itu kali pertama saya ke GBK sehingga bisa dibilang buta arah, kami berempat dari Bandung hanya mengikuti instruksi Fitra dan Pras.
Di dalam bis, jantung mulai berdetak lebih cepat, selain karna adrenalin yang meningkat untuk bersorak demi Garuda, frekuensi cepat tersebut juga diakibatkan oleh rasa takut tidak bisa sampai karena kami terjebak keruwetan jalanan Jakarta yang macet. Benar saja, kami saat itu sampai kompleks GBK ketika matahari sudah hilang dari penglihatan.
Setelah mengambil tiket dari teman Pras, kami langsung masuk ke GBK yang hari itu tidak perlalu membludak namun tetap ramai. Kami membeli tiket kategori 3 diatas tribun Timur. Ketika kami sampai dan mendapatkan duduk, para pemain sudah selesai melakukan pemanasan dan lapangan sudah kembali kosong. Benar saja tidak terlalu lama kemudian FIFA Anthem berkumandang, Wasit memimpin kedua kesebelasan masuk ke lapangan, Indonesia dipimpin Captain De Facto Firma Utina, sedangkan Malaysia dipimpin Safiq Rahim. Indonesia dengan Jersey Merah-Putih-Merah, Malaysia dengan jersey Hitam-Kuning.
Saya yakin banyak dari kita yang masih ingat bagaimana jalannya pertadingan, Indonesia mendominasi lapangan, Kapten Firman mengusai lapangan tengah. Meski ketinggalan terlebih dahulu di menit 18, Indonesia bermain apik dengan 5 gol dari El Loco, M Ridwan, Arif Suyono, Irfan Bachdim, dan satu gol bunuh diri.
Pertandingan malam itu menjadi pertandingan yang mengubah nasib Irfab Bachdim dan Okto Maniani, mereka mendapat sanjungan setinggi langit.
Saya di stadion malam itu tidak terlalu memperhatikan detail pertandingan karena kami asyik bernyanyi dan bersorak mendukung timnas malam itu, bahkan saya pribadi melewatkan gol arif suyono. Malam itu adalah malam sempurna bagi anak asuh Coach Alfred Riedel dan semua penyokong tim nasional terutama yang mendukung di stadion. Momen  pertama memenoton pertandingan sepak bola langsung yang sangat indah di Gelora Bung Karno demi mendukung tim nasional.
Di akhir kejuaran, Indonesia hanya mendapat medali perak setelah kali dari Malaysia dengan agregat 4-2, namun penampilan Tim Nasional Indonesia di Piala AFF 2010 dianggap sebagai salah satu penampilan terbaik tim nasional Indonesia di sepanjang penyelenggaraan kompetisi Negara-negara asia tenggara tersebut. Semoga tahun 2018 ini, Timnas Indonesia dapat membawa pulang Trofi Emas itu ke GBK.
Merdeka.

----------------------------------------------------------------------------------
Ini merupakan tulisan kesekian yang saya kirim ke Liga1Match untuk rubrik Pojok Suporter, Qadarullah lagi tulisan ini tetap tidak lolos kurasi untuk bisa naik ke website mereka. InsyaAllah tak akan kapok, hehehe


No comments:

Powered by Blogger.