#ListrikPadam 4 Agustus 2019

Agustus 08, 2019
Sebenarnya #ListrikPadam merupakan hal yang biasa dan lumrah, beberapa bulan yang lalu saya juga menglaminya. Saudara-saudara kita yang tinggal di daerah pelosok dan jauh dari pembangkit listrik juga sudah biasa dengan fenomena #ListrikPadam karena memang suplai dari PLN-nya yang tidak ada. Bahkan dibeberapa daerah, jika ditotal dalam setahun, lebih lama waktu #ListrikPadam yang mereka rasakan dari pada #ListrikNyala. Tapi kejadian #ListrikPadam 4 Agustus 2019 yang lalu adalah hal yang luar biasa dan saya merasa perlu untuk mencatatnya disini untuk dibaca-baca lagi di kemudian hari.

Siang itu saya sedang beristirahat di ruang tengah sembari memandang layar tv setelah menghabiskan waktu 3 jam bersama mesin cuci, tiba-tiba aliran listrik menghilang dari sistem ketenagalistrikan rumah saya. Awalnya saya kira meteran saya yang bermasalah seperti yang terjadi beberapa bulan sebelumnya snamun kemudia saya mendengar teriakan tetangga yang juga mengalami masalah yang sama, fix ini yang salah adalah sistem PLN.

Padamnya listrik juga diikuti mulai melemahnya sinyal yang ditangkap oleh gawai saya siang itu, pertanda bahwa sistem UPS di BTS mereka juga tidak berjalan baik. Tapi saya masih bisa menerima pesan masuk di WA. Dari salah satu grup WA yang saya ikut, yang diisi oleh teman-teman yang banyak bekerja di dunia listrik tanah air, saya mengetahui bahwa ternyata black out terjadi di seluruh Jobodetabek, karena kami hampir semua berdomisili disana. Meski demikan, rekan-rekan saya yang bekerja di sektor ketenagalistrikan belum tau apa penyebab dan seberapah parah black out yang terjadi.

Demi menghemat daya tersimpan di gawai dan juga karena sinyal yang juga tidak ada, saya tidak lagi men-cek apa yang terjadi di dunia maya twitter.

Beberapa menit sebelum magrib, listrik mulai kembali mengalir di Depok, saya memanfaatkan untuk mencari tau apa yang terjadi.

Kumparan.com memberitakan perihal penyebab kehebohan yang terjadiYakni gangguan pada turbin gas di PLTGU Cilegon, Banten. Serta gangguan pada transmisi SUTET 500 kV di Jawa Barat.

Selanjutnya, sebagaimana kejadian besar lainnya, jagad dunia maya terutama twitter telah ramai dan sesak oleh ahli -ahli listrik yang memang berkaliber dan maupun dadakan. Beramai-ramai mereka menyampaikan opini yang terkadang sotoy dan out of contect. Bahkan katanya ada yang memanfaatkan sebagai peluru kepada para pembenci PLTU Batubara.

Besok paginya, Presiden Joko Widodo langsung turung tangan menemui pejabat-pejabat PLN untuk mendapatkan informasi yang jelas, di beberapa media bahkan disebutkan Presiden Marah. Wajar memang.

Hampir seminggu setelah kejadian, cerita #ListrikPadam ini masih menjadi pembicaraan utama media massa di negara kita. Sepertinya topik ini akan tetap bergulir hingga beberapa minggu kedepan.

Menurut saya pribadi, listrik padam 4 agustus 2019 ini adalah momentum yang besar yang dapat dimanfaatkan. Mulai dari melihat kembali "rumitnya" tata kelola ketenagalistrikan Indonesia hingga pemanfaatan energi terbarukan. Untuk hal ini, kami telah membahasnya lebih detail di situs Nusantara Renewable Energy Club yang dapat diakses di laman berikut.

Satu lagi, musibah listrik padam  4 agustus 2019 ini juga menjadi topik hangat di Grup WA BD yang menjadi ilmu baru yang sangat berguna bagi saya.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.