Padangpanjang di kala hujan

Sunday, March 11, 2018
Padangpanjang di kala hujan bagi saya mungkin lebih indah dari malam terang Tokyo, atau pagi syahdu Santorini, atau temaram Cappadocia. Selain saya belum permah kesana, Padangpanjang dikala hujan menjadi saksi atas hidup baru yang saya jalani.

Senin pagi menjelang siang di Bulan Mei 2017, waktu itu Padangpanjang belum hujan, tapi mendung dan dingin betah menggelayut dari pagi. Hari itu, saya bertemu dengan seorang wanita ditemani mahramnya. Wanita, yang seingat saya, saya menemukan namanya di jejaring sosial BukuMuka dan  memperkenalkan diri dengan cara yang insyaAllah sesuai yang diperbolehkan Sang Pemilik Bumi dan tuntunan utusan-Nya.

Dosis adrenalin tinggi yang jarang saya rasakan menemani perjalan singkat menuju warung ayam goreng bernama negara bagian Amerika Serikat. Hari itu, kami bertiga, bertukar pandangan tentang banyak hal.

Selesai pertemuan, kami berpisah arah, namun di payungi oleh rinai. Padangpanjang di kala hujan.
Kun Fa Yakun.

Jumat siang di tahun baru penanggalan china ke 2659. Tepatnya 30 Jummadil Awal 1439 H selepas sholat jumat. Langit Padangpanjang sudah berat menahan awan komulus yang ingin melimpahkan ramhat Sang Maha Kuasa ke permukaan Bumi.

Adrenalin yang lebih besar dari pertemun pertama, membuat jantung berdetak lebih kencang dan muka semakin memucat. Pasalnya, saya akan menerima ijab kabul akad nikah dari ayah sang wanita waktu itu.

Bertempat di rumah orang tua Sang Wanita, dan disaksikan keluarga kami, juga dengan saudara dan sahabat, atas berkah Sang Maha Pengasih, prosesi ijab qabul akad nikah berjalan lancar. Semenjak saat itu, dia menjadi tanggung jawab saya lahir dan bathin.

Langit yang tak kuasa akhirnya merelakan awan melanjutkan siklus daur ulang air. Sore itu, Padangpanjang di kala hujan menjadi awal karir saya untuk menjadi kepala rumah tangga.

Dan, izinkan saya memperkanalkan sang wanita yang  menjadi teman menghabiskan hidup fana di dunia ini dan  juga menjadi teman di akhirat nanti, di Jannatul Firdaus. Aamiin.

Dialah wanita santun dan pemalu.
Dialah wanita jenius dan pemberani.
Dialah wanita yang takut akan adzab Allah dan cinta pada Sang Rasul.
Dialah,
Teda Faadhila.
IMG-20180219-WA0021

No comments:

Powered by Blogger.