Apps Review : Antrian Paspor | Perpanjang paspor di Kantor Imigrasi Agam

Tuesday, April 24, 2018

                              


Pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan moderenisasi sektor pelayanan publik. Salah satu sektor pelayanan publik yang sangat vital dan mendasar menurut saya adalah pembuatan dan perpanjangan paspor. Karena paspor adalah bukti identitas diri yang berlaku di seluruh dunia dan ketepatan data menjadi kewajiban.

Setelah sukses dengan pembuatan paspor online beberapa tahun lalu, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM meluncurkan aplikasi Antrian Paspor. Aplikasinya bisa di download di Google Play Store berikut ini. Rating aplikasi ini saat tulisan ini dibuat adalah 2.9.
rating.png
CARA PAKAI APLIKASI

Simple-nya, bikin akun -> daftar di Kantor Imigrasi dan Jadwal Waktu yang dipilih -> Datang

Terlihat gampang, dan memang gampang.

Bikin akun sama seperti bikin akun di web dan aplikasi lainnya, yang pasti, pastikan data yang diisi benar. Akun ini juga bisa dipakai di web antrian.imigrasi.go.id

Nah yang sedikit bikin gondok adalah ketika memilih jadwal. Pertama saya cek untuk Kantor Imigrasi Agam di hari Senin 11 Desember, tersedia jadwal untuk Jumat 15 Desember, selebihnya penuh, termasuk sampai 2018. Akhirnya saya tanya melalui SMS ke contact center Kantor Imigrasi Agam dan direspon dengan baik oleh mereka, angkat topi, dan dijelaskan bahwa jadwal di aplikasi hanya dibuka per minggu. Sebenarnya saya juga kurang begitu jelas dengan term per-minggu nya. Alhasil saya pun sempat mengrunkan niat untuk perpanjang paspor dengan aplikasi Antrian Paspor. Saya tidak tau persis berapa kuota pendaftar lewat aplikasi per harinya, yang pasti tidak terlalu banyak dan selalu habis dalam sekejap.
Screenshot_2018-01-02-20-45-46.jpg
Minggu sore tanggal 17 Desember, saya iseng-iseng membuka aplikasi Antrian Paspor kembali dan, voila, ada kuota kosong pada 20 Desember pukul 10.00 -11.00. Tanpa pikir panjang saya lansung isi form permohonan dan Alhamdulillah jadwal telah terkonfirmasi. Kata yangcanggih.com, tinggal datang ke Kantor Imigrasi yang dipilih sesuai dengan jadwalnya dengan membawa syarat-syarat seperti biasa.
Screenshot_2017-12-20-06-01-39.jpg
lengkapnya cara memakai aplikasi antrian paspor bisa dilihat di artikel yangcanggih.com berikut. Disana lebih detail tentang aplikasinya.
HARI-H

Jujur saya clueless dan tak berharap banyak hari itu. Memang sudah direncanakan untukmencoba perpanjang paspor dengan Aplikasi Antrian Paspor ini.

Meski jadwal yang saya pilih jam 10.00 - 11.00, saya datang lebih cepat yaitu 9.15 WIB. Sampai di Kantor Imigrasi Agam, saya menuju mesin antrean dan menanyakan pada petugas yang berdiri disana bagaimana proses untuk pendaftar lewat aplikasi. Tanpa mendaftar melalui mesin, saya diarahkan langsung ke loket 4.
P_20171220_093754.jpg

Di Loket 4 saya menunjukan QRCode dari aplikasi dan petugas mencocokkan dengan daftar yang telah diterima. Kemudian si petugas memberi saya formulir dan map standar mereka dan menyuruh untuk mengisi formulir tersebut baru mendaftar melalui mesin antrean.

Setelah saya isi saya mendaftar di mesin pada pukul 09.21 dan mendapat nomor antrean B21 untuk pemeriksaan berkas.

P_20171220_101048.jpg

Saya mulai berpikir, bagaimana cara kerja tagline "tidak perlu buang waktu untuk mengantri" .

Hampir 45 meng-antre, Pukul 10.10 WIB, nomor antrean B021 dipanggil ke loket 2 untuk pemeriksaan dokumen. Saya diterima oleh Pak Zul, begitu nama yang tertulis di seragamnya. Setelah 2 menit pemeriksaan dan sedikit obrolan, berkas saya dinyatakan lengkap dan menunggu untuk antre foto.

Diantrean foto, kami tidak dipanggil berdasarkan nomor antrean pendaftaran, tetapi langsung nama. Saya tidak tau persis apa yang dilakukan oleh petugas Imigrasi didalam ruangan foto terhadap dokumen sehingga urutan pemanggilan menjadi berbeda, sepertinya berkaitan dengan data.

P_20171220_094828.jpg

Selama menunggu saya menganalisa dari pendaftar lain yang juga menunggu di lobi tersebut. Saya menduga mereka adalah pendaftar non-aplikasi dan datang sangat pagi sehingga nomor antrean-nya jauh lebih kecil dari saya dan selesai jauh lebih cepat dari saya.

Hingga istirahat siang pukul 12.00 WIB nama saya belum juga dipanggil. Saya dan Babe saya kembali ke kantor Imigrasi Agam pukul 13.00 WIB. Hingga pukul 15.00 WIB nama saya belum juga dipanggil untuk foto. Saya kembali berpikir cara kerja Aplikasi Antrian Paspor ini yang benar sehingga kita tidak perlu antre lama di Kantor Imigrasi.

Akhirnya Babe berinisiatif menanyakan ke Pak Zul yang sudah tidak melayani tamu lagi sejak pukul 14.30 WIB karena sudah tidak ada lagi pendaftar yang akan diverifikasi dokumennya. Babe menanyakan antian kami apakah masih lama atau tidak karena saya harus mengejar pesawat balik ke Jakarta dari Padang pukul 20.00 WIB dan kita belum siap-siap sama sekali. Alhamdulillah Pak Zul berbaik hati, setelah melihat boarding pass saya untuk pesawat malam itu, beliau masuk ke Ruang Foto, sesaat kemudian keluar dan bilang tunggu saja, dan langsung nama saya di panggil untuk foto.

Tidak sampai 3 menit saya selesai untuk foto, rekam sidik jari, dan sedikit wawancara. Sepertinya waktu yang dihabiskan oleh pendaftar di ruangan foto ini sangat beragam, ada yang cepat dan ada yang sampai 15 menit. Rata-rata mereka yang sepuh menghabiskan waktu paling lama.

P_20171220_161250.jpg

Oleh petugas di ruang foto, saya diberi Bukti Pengantar Bayar untuk membayar pembuatan paspor ini yang dapat dibayar di berbagai Bank BUMN seperti BRI, BNI, dan Mandiri. Dan juga bisa dibayar melalui counter KantorPos yang ada di depan Kantor Imigrasi.

P_20171220_101520.jpg

Selain pembayaran, KantorPos tersebut juga melayani Paspor Delivery yang mengantarkan lansung paspor yang telah jadi ke alamat kita, tanpa perlu balik lagi ke Kantor Imigrasi. Awalnya saya ingin mencoba layanan ini, namun informasi yang diterima Babe saya ketika nongkrong di luar kantor sebelumnya, proses pembayaran dan input data di Counter KantorPos yang berupa mobil GrandMax ini agak lama, mungkin karena mereka tidak memasang sistem satelit sendiri, sementara kami telah diburu waktu untuk segera ke Bandara.

Kinerja Kantor Imigrasi Agam sebenarnya sudah baik menurut saya, meraka menjalankan prosedur pembuatan dan perpanjang paspor terbukti dari rapi dan baiknya antrean pendaftar. Mungkin yang kurang adalah sosialisasi bagaimana alur pendaftaran dan pembuatan paspor yang mendaftar lewat aplikasi Antrean Paspor. Karena saya pribadi tidak melihat adanya perbedaan antara pendaftar online dan pendaftar manual, mungkin satu-satunya alur pendaftar online tidak perlu antre menunggu adalah ketika pendaftaran dan pengisian formulir pertama kali. Menurut hemat saya. Alangkah lebih baik, alur pembuatan paspor ketika di Kantor Imigrasi dengan menggunakan aplikasi Antrian Paspor dijelaskan secara mudah di situs dan media sosial Ditjen Imigrasi dan alur tersebut sama di seluruh Indonesia, sehingga tidak ada lagi kebingungan bagi pendaftar dengan aplikasi tersebut.

Tulisan ini sepenuhnya hanya untuk berbagi pengalaman dalam menggunakan aplikasi Antrian Paspor dan mendaftar untuk memperpanjang paspor di Kantor Imigrasi Agam pada 20 Desember 2017 yang lalu. Ke-lama-an saya mengantre mungkin, dan sangat mungkin sekali, karena keteledoran dan ketidak-paham-an saya terhadap aplikasi Antrian Paspor.

Ucapan terima kasih sedalam-dalamnya untuk semua petugas dan pegawai di Kantor Imigrasi Agam atas semua kebaikan dan keramahannya, terutama untuk Pak Zul. :)

Wassalam.
P_20171220_093648.jpg



No comments:

Powered by Blogger.