Sotoy Review : Kami Bukan Sarjana Kertas by J.S. Khairen

October 01, 2019
Kami Bukan Sarjana Kertas

My rating: 3 of 5 stars

Tertarik membaca buku ini karena review-review bagus yang diposting di instagramnya JS Khairen. Saya follow IG beliau dan harus diakui sajak-sajak puisi nya yang dicetak mesin tik pada kertas kecil sangat menarik dan penuh rasa.

Ekspetasi saya pada Kami Bukan Sarjana Kertas sangat tinggi karena saya sudah PO buku lanjutannya sebelum baca buku ini.

Secara alur cerita sangat menarik, terlebih tentang naik turun nya nasib seorang anak bernama Ogi. Juga nasib tema-teman kelompoknya yang sebenarnya tidak terlalu bergolak namun tetap mengundang niat baca.

Spoiler : Happy ending untuk hampir semua tokoh sedikit membuat cerita efek kejut nya tidak maksimal

Nilai-nilai baik yang dibagi kepada pembaca seperti tidak terlalu terlihat pada masing-masing karakater dan alur cerita, jika dibandingkan novel sejenis seperti Trilogi Laskar Pelangi, sehingga beberapa quote harus ditempel diawal bab agar kembali di-notice oleh pembaca.

Untuk gaya penulisan, saya dari awal sudah tau bawa penulis adalah orang minang kabau sehingga ekspetasi saya gaya penulisan akan seperti A. Fuadi maupun Andrea Hirata dengan cengkok melayu yang sangat ketara dan lembut. saya juga excited dengan gaya tulisan buku ini karena penulis mengakui bahwa Raditya Dika adalah influencernya. Namun diawal-awal bab, ekspetasi saya ternyata terlalu tinggi. Gaya penulisannya lebih ke Indonesia umum dengan memaksakan ke-melayu-an.

Beberapa penjabaran detail juga beberapa kali diulang-ulang seperti detail "buruknya UDEL", "nasib ogi" bahkan "calon tunangan juwisa" yang sebenarnya cuma muncul 2 kali saja.

Beberapa detail latar juga agak sedikit mengganggu walaupun sebenarnya bukan masalah seperti kepanjangan kampus UDEL yaitu "Universitas Daulat Elang Laksana". saya yakin, kata-kata Daulat dibelakan universitas sangat langka jika dibandingkan Universitas Dharma.

Secara keseluruhan, Kami Bukan Sarjana Kertas enak untuk dibaca tapi jangan berharap terlalu tinggi untuk mendapatkan ilmu tentang kehidupan karena ilmu itu datang bersama pengalaman dan kebutuhan, heheh.

Overall, bukunya bagus untuk dibaca semua kalangan

No comments:

Powered by Blogger.