Jalan Sendiri : Nagoya Castle

Januari 08, 2026

Tidak terasa sudah hampir satu tahun yang lalu saya berkunjung ke Nagoya. Waktu itu saya berada di Jepang dalam rangka mengikuti training, dan di sela-sela jadwal yang cukup padat, ada satu weekend kosong yang sayang kalau dilewatkan begitu saja. Akhirnya saya putuskan untuk eksplor spot turisme yang tidak terlalu jauh dan tidak ribet. Pilihan utama jatuh ke Nagoya Castle, gaes.

Baca  Juga  :   Cerita trainingnya -> JICA Training 2025 
                       Cerita nulis di majalah dari training ini ->Nulis Artikel Untuk Buletin Infogatrik



                  

Sebetulnya, rencana awal hari itu bukan langsung ke kastil. Saya sempat berencana menonton B1 League Japan, kebetulan tim Nagoya sedang bermain home, dan kebetulan juga stadionnya berada dalam satu kompleks dengan area Nagoya Castle. Lumayan kan, bisa olahraga plus jalan-jalan. Tapi ternyata tiketnya sudah habis. Ya sudah, mungkin memang rezekinya hari itu buat jalan-jalan sejarah 😄.


Ke Nagoya Castle ini cukup mudah. Saya naik metro, lalu lanjut jalan kaki sebentar. Aksesnya nyaman, petunjuk arahnya jelas, dan suasananya juga tenang. Begitu mendekati area kastil, nuansa Jepangnya langsung terasa kuat.


Nagoya Castle merupakan salah satu kastil paling penting di Jepang, khususnya dalam sejarah periode Edo. Kastil ini dibangun pada tahun 1612 atas perintah Tokugawa Ieyasu, pendiri Keshogunan Tokugawa. Fungsinya bukan sekadar benteng pertahanan, tetapi juga sebagai pusat kekuasaan klan Tokugawa cabang Owari yang sangat berpengaruh pada masanya.


Ciri paling ikonik dari Nagoya Castle adalah sepasang shachihoko, ornamen berbentuk ikan emas yang berada di atap bangunan utama kastil. Simbol ini bukan hanya hiasan, tetapi dipercaya sebagai lambang perlindungan dari kebakaran dan sekaligus penanda kemakmuran. Bahkan sampai sekarang, shachihoko ini sudah menjadi simbol tidak resmi kota Nagoya.


 


Kastil ini sebenarnya pernah mengalami kehancuran parah akibat serangan udara pada Perang Dunia II. Bangunan utama habis terbakar, dan banyak artefak bersejarah ikut hilang. Namun, Nagoya Castle kemudian direkonstruksi kembali dengan cukup serius. Bangunan yang kita lihat saat ini merupakan hasil rekonstruksi, tapi tetap mempertahankan bentuk, detail arsitektur, dan tata ruang aslinya.


Area Nagoya Castle sangat luas, gaes. Tidak hanya bangunan utama, tetapi juga taman-taman, gerbang-gerbang kayu besar, tembok batu, serta beberapa bangunan pendukung yang masih terasa atmosfer feodal Jepang-nya. Jalan di dalam kompleks ini enak buat santai, tidak terburu-buru, dan cocok buat yang suka menikmati detail kecil.


Di dalam bangunan kastil, terdapat ruang pamer yang menjelaskan sejarah klan Tokugawa, kehidupan bangsawan Jepang pada masa Edo, serta fungsi-fungsi ruangan di dalam kastil. Dari lantai atas, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan area sekitar kastil dan kota Nagoya dari ketinggian.


Saya cukup lama menghabiskan waktu di sini untuk foto-foto, jalan pelan, dan sekadar duduk menikmati suasana. Tempatnya fotogenik, apalagi kalau cuaca sedang cerah.



Yang cukup menarik, di area Nagoya Castle juga ada atraksi ninja. Nagoya memang dikenal sebagai salah satu wilayah yang dekat dengan sejarah ninja, khususnya dari daerah Iga dan Koga yang tidak terlalu jauh. Ada pertunjukan singkat dan juga penjelasan tentang dunia ninja, mulai dari teknik, peralatan, sampai peran mereka di masa lalu. Jadi, selain wisata sejarah, ada juga hiburan yang ringan tapi edukatif.

 

 


Karena satu kompleks dengan stadion olahraga, area ini terasa hidup. Walaupun saya tidak jadi menonton B1 League, berjalan di sekitar kompleks ini tetap menyenangkan. Kadang rencana yang tidak kesampaian justru mengantar ke pengalaman yang tidak kalah berkesan.


Hari itu saya tutup dengan kembali naik metro, membawa cukup banyak foto yang bisa dibeli di shutterstock ini. hehehe. 


View my Shutterstock Portfolio




Semoga suatu hari nanti bisa ke Jepang lagi, bareng Bu Dhila, menikmati kota-kota lain, dan mengulang momen jalan-jalan santai seperti ini.


See you again, Nagoya

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.