Last Aide Job for Director of Various NRE
Jumat, 21 November 2025
Sebenarnya, hari itu adalah hari yang normal-normal saja di kantor kami. Tidak ada firasat apa pun bahwa Jumat tersebut akan menjadi penanda sebuah penutup. Kami sedang disibukkan menjadi host acara Sosialisasi Roadmap Hidrogen–Amonia Nasional yang diluncurkan oleh Menteri ESDM pada April 2025 lalu. Acara ini direncanakan berlangsung seharian penuh, dibuka langsung oleh Dirjen EBTKE, dan dihadiri oleh peserta yang jumlahnya cukup melimpah. *Jujuuur*, secara personal saya tidak terlalu sibuk-sibuk amat hari itu 😂. Sebagian besar energi dan fokus teman-teman memang tercurah untuk memastikan acara sosialisasi berjalan lancar.
Namun, sebelum waktu istirahat siang, saya mendapat informasi dari Sekretaris Ibu Direktur Aneka EBT. Beliau menyampaikan bahwa Ibu Direktur meminta saya untuk mengawal beliau sebagai pembicara di salah satu sesi Electricity Connect 2025 yang diselenggarakan di JICC. Topik yang dibawakan sebenarnya masih seputar hidrogen. Bahan paparan pun sudah disiapkan oleh teman-teman penanggung jawab isu hidrogen. Akan tetapi, karena mereka harus fokus menjadi host acara sosialisasi tadi, akhirnya saya yang diminta untuk mendampingi dan mengawal Ibu Direktur.
Menjadi pengawal Direktur di sebuah acara —atau kalau mau pakai istilah yang lebih keren, Aide— "menurut keyakinan saya" pribadi, memang merupakan bagian dari kerja seorang Analis Kebijakan. Peran Aide yang biasa saya lakukan cukup beragam: mulai dari menyiapkan dan merapikan bahan paparan, berkomunikasi dengan panitia, memastikan flow pimpinan di acara, meng-asrot bahan, sampai mengurus hal-hal administratif setelah acara selesai 😉.
Pekerjaan ini sekilas terlihat sederhana. Tidak terlalu teknis, tidak terlalu akademis. Tapi sering kali ritmenya dar-der-dor, serba cepat, dan minim ruang untuk kesalahan. Terlihat receh, tapi pertaruhan nama baiknya cukup berat—bukan hanya nama pribadi, tapi juga institusi dan pimpinan. Justru di situlah saya belajar banyak. Saya menikmati prosesnya, belajar tentang manajemen situasi, komunikasi, dan—yang tidak kalah penting—mendapat kesempatan berkenalan dengan orang-orang hebat dari berbagai latar belakang.
Siang itu, setelah mendapatkan kontak panitia acara, saya langsung berkoordinasi terkait waktu tampil, ruangan, serta alur kegiatan Ibu Direktur di Electricity Connect 2025. Setibanya di venue, saya memastikan bahan paparan sudah siap tayang dan ter-asrot dengan baik. Alhamdulillah, semua berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Sore harinya, setelah kembali ke kantor, seingat saya Ibu Direktur Aneka EBT sudah tidak memiliki agenda kegiatan lain.
Lalu, pada Senin, 24 November 2025, Ibu Direktur Aneka EBT dilantik oleh Menteri ESDM menjadi Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis. Pada kesempatan yang sama, Menteri juga melantik Direktur Energi Baru. Artinya, secara struktural, Direktorat Aneka EBT sudah tidak lagi ada.
Sebenarnya, peraturan tentang organisasi dan tata kelola yang baru —yang mengamanatkan pemisahan Direktorat Aneka EBT menjadi Direktorat Energi Terbarukan dan Direktorat Energi Baru— sudah terbit sejak pertengahan tahun 2025. Namun saat itu, pimpinan definitifnya belum ditetapkan. Barulah pada 24 November 2025 tersebut, perubahan organisasi itu benar-benar efektif, dan Direktorat Aneka EBT resmi menjadi bagian dari sejarah.
Dan tanpa saya sadari sebelumnya, pekerjaan terakhir saya di Direktorat Aneka EBT adalah menjadi Aide Direktur Aneka EBT pada sebuah agenda yang sekaligus menjadi kegiatan terakhir Direktur Aneka EBT dalam kapasitas tersebut.
Sebuah penutup yang sederhana, nyaris tanpa seremoni, tapi penuh makna.
So long, Direktorat Aneka EBT.


Tidak ada komentar: