Berkunjung ke Vienna edisi Schonbrun Palace

Juni 28, 2020
Austria adalah negara pertama yang saya kunjungi di luar negeri (jika transit tidak dihitung yaa). Saya berkunjung ke sana dalam rangka menghadiri sebuah acara konferensi di bidang imunologi. Boleh dibilang perjalanan ini sangatlah kacau dikarenakan kurangnya pengalaman dan pengetahuan. Kekacauan sudah dimulai sejak saya mengurus visa dan berlanjut di hari pertama saya dan rekan saya, D, menginjakkan kaki di Vienna International Airport.

Hal pertama yang kami lakukan tentu saja, berfoto, sebelum kemudian kami menyadari bagasi kami tak kunjung datang. Kami tetap menunggu hingga yang tersisa disana hanya kami berdua. Kami pun menuju lost and found. Petugas bandara pun kebingungan. Kami kemudian diajak ke gudang penyimpanan bagasi yang terlambat diambil dan hasilnya, nihil. Bagasi kami tidak ada disana. Kami mulai cemas jika bagasi kami hilang, pasalnya semua kebutuhan mulai dari sikat gigi hingga outfit untuk menghadiri konferensi besok harinya ada disana. Kami terus mendesak petugas bandara hingga kemudian kami dikabari bahwa bagasi kami ketinggalan di tempat transit sebelumnya, Berlin. Pihak maskapai saat itu menjanjikan bagasi kami akan dibawa di penerbangan Berlin-Vienna berikutnya sehingga paling lambat besok bagai kami sudah diantar ke hostel tempat kami menginap.

Satu hal yang kemudian kami ketahui dan tidak kami lakukan adalah seharusnya kami bisa menuntut uang ganti rugi untuk kelalaian maskapai tersebut. Sayangnya kami terlalu polos dan pergi begitu saja dari bandara menuju hostel tempat kami menginap. 

Keesokan harinya setelah bagasi kami datang dan drama perbagasian selesai, kami menuju satu tempat paling banyak dituju turis di Vienna yaitu Schonbrunn Palace.


Schonbrunn Palace merupakan tempat tinggal dari kekaisaran Negara Austria pada musim panas. Bergaya Baroque, bangunan ini didirikan pada tahun1696. Bangunan ini dikelilingi oleh taman-taman yang sangat indah. 



Berjalan lagi ke belakang kita akan temukan kolam bebek. Yup! Kolam bebek.



Di lingkungan istana juga ada wahana labirin. Sayangnya untuk masuk ke wahana ini harus bayar, jadi kami hanya berfoto di depan saja. Meskipun kelihatannya cerah, saat itu suhu udara berkisar 13-14°C, sehingga kami masih harus mengenakan jaket dan sarung tangan.

Sangat menyenangkan berjalan-jalan di tengah taman dan bangunan yang arsitekturnya sangat berbeda dengan bangunan-bangunan yang kami temui sehari-hari. Saking menyenangkannya kami hampir telat menghadiri pembukaan conference di sore harinya. 




Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.